Soal Kematian Zhang Zhi Jie, Menkes Sebut Harusnya Bisa Selamat
Jakarta – Menteri Kesejahteraan atau Menkes Budi Gunadi Sadikin membicarakan kematian atlet bulu tangkis divisi junior dengan syarat Cina, Zhang Zhi Jie pada Yogyakarta. Zhang Zhi Jie meninggal ketika berkompetisi di dalam Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia dalam provinsi tersebut, pada Ahad, 30 Juni 2024 lalu.
Budi memaparkan kematian Zhang Zhi Jie akibat henti jantung itu sebenarnya dapat dicegah apabila atlet berusia 17 tahun mendapat penanganan cepat. “Kalau pemukim kena serangan jantung seperti yang main badminton kemarin itu, itu kalau mampu di-tackle dengan cepat, dalam bawah 4,5 jam, beliau survive,” kata Budi di rapat bersatu Komisi IX DPR RI di dalam kompleks parlemen Senayan, Ibukota Indonesia pada Rabu, 3 Juni 2024.
Penanganan yang dimaksud diperlukan, kata Budi, adalah layanan katerisasi jantung. Namun, Budi mengungkapkan pada waktu ini tak semua wilayah ke Indonesi memiliki rumah sakit yang mempunyai alat katerisasi jantung.
Budi mengatakan belaka 44 dari 514 kabupaten/kota dalam Nusantara yang tersebut memliki alat itu. “Kurang dari 10 persen,” ucap dia.
Bahkan, Budi menyatakan masih ada enam provinsi yang mana identik sekali tiada miliki alat katerisasi jantung. Di antaranya Bangka Belitung, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan juga Papua Barat.
Maka dari itu, Budi berujar warga dari provinsi-provinsi yang dimaksud juga tidak ada dapat mendapatkan layanan cepat apabila menghadapi kesulitan jantung. “Jadi kalau bapak-ibu punya saudara kena stroke atau jantung di Ambon, yang dimaksud mampu dijalankan dokternya adalah berdoa supaya kalau dibawa ke Makassar, Manado, masih hidup untuk dapat dilaksanakan intervensi,” kata Budi.
Budi pun mengklaim pada waktu ini pemerintah sedang memiliki target agar setiap kabupaten/kota di dalam Tanah Air sanggup melakukan layanan katerisasi. “Ini contohnya pak, rencana kita, semua 514 kabupaten/kota akan sanggup melakukan layanan katerisasi jantung ini kayak masang ring,” kata Budi terhadap Komisi IX DPR RI.
Sebelumnya, Kepala Area Humas lalu Media Massa Pengurus Pusat PBSI Broto Happy menyatakan Zhang Zhi Jie sudah ada tidak ada miliki denyut nadi sewaktu tiba pertama di dalam rumah sakit RSPAU Hardjolukito, Bantul, Yogyakarta. Meski begitu, pertolongan medis dalam bentuk Pijat Jantung Luar masih dikerjakan selama tiga jam.
Setelah tak ada hasil, penderita dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito, Sleman, Yogyakarta untuk penanganan lanjutan di status tak ada nafas, tiada ada nadi, kemudian sudah ada disertai tanda kematian sekunder. Di UGD RSUP Dr. Sardjito, penderita diberikan penanganan resusitasi jantung dan juga paru selama 1,5 jam. Tindakan Pijat Jantung Luar juga dikerjakan kembali. Namun, tetap tidaklah ada respons sirkulasi spontan dari korban.
“Penanganan pun akhirnya dihentikan pada pukul 23.20 Waktu Indonesia Barat oleh sebab itu pemeriksaan lalu penanganan korban baik di dalam RSPAU Hardjolukito maupun RSUP dr Sardjito hasilnya sama,” ujar Broto.
Pilihan editor: Duet Anies Baswedan-Andika Perkasa pada pemilihan gubernur Ibukota Mencuat, Hal ini Tindak balas Sejumlah Pihak
Artikel ini disadur dari Soal Kematian Zhang Zhi Jie, Menkes Sebut Harusnya Bisa Selamat