Kementerian Keuangan Cairkan Mata Uang Rupiah 1.398,1 Billion ke Semester I untuk Infrastuktur, Kartu Sembako, hingga Subsidi KUR

Jakarta – Kepala Pusat Kebijakan Bidang Keuangan Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Adi Budiarso mengungkapkan pada semester I 2024 ini belanja negara telah lama mencapai 1.398,1 triliun atau 42 persen dari alokasi Anggaran Pendapatan serta Belanja Negara (APBN) 2024. Sementara itu, pendapatan negara pada semester I tahun ini baru mencapai Mata Uang Rupiah 1.320,4 triliun. 

“Dengan demikian, pada semester I muncul defisit 0,34 persen dari Sistem Domestik Bruto atau sebesar Mata Uang Rupiah 77,4 triliun,” kata Adi Budi di diskusi dalam Ikatan Sarjana Kondisi Keuangan Negara Indonesia yang Tempo pantau melalui YouTube pada Senin, 22 Juli 2024. 

Adi menyatakan negara menggunakan APBN tahun ini untuk belanja yang tersebut memberi khasiat segera untuk masyarakat. Belanja itu meliputi konstruksi infrastruktur, jembatan, rel kereta api, bandara, pelabuhan, bendungan, jaringan irigasi, rumah susun, sistem air minum, binaan institusi belajar tinggi, dan juga kapasitas satelit untuk memperkuat digitalisasi. 

“Untuk perkembangan rehabilitasi infrastruktur sebesar Simbol Rupiah 75,2 triliun,” kata Adi. 

Selain itu, Adi mengemukakan APBN itu juga cair untuk Proyek Keluarga Harapan (PKH) Rupiah 14,2 triliun dari 10 jt keluarga penerima faedah dan juga Mata Uang Rupiah 22,2 triliun untuk kartu sembako dari 18,7 jt penerima. 

APBN, kata Adi, juga mengalir untuk kontestan jaminan kesehatan nasional sebesar Rupiah 23,2 triliun dari 98,8 jt peserta. Selain itu, per Juni 2024 realisasi subsidi serta kompensasi untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Mata Uang Rupiah 155,7 triliun. “Subsidi KUR digunakan untuk 2,3 jt debitur,” kata dia. 

Kementerian Keuangan mencatatkan data pada semester I 2024 pendapatan negara sebesar Simbol Rupiah 1.320,4 triliun dari target APBN tahun ini. Pendapatan negara pada 2024 diestimasi sebesar Simbol Rupiah 2.802,4 triliun. 

“Pendapatan negara tercatat 47,1 persen dari target APBN 2024,” kata Budi.

Kementerian Keuangan berusaha mencapai pendapatan negara Rupiah 2.802,4 triliun itu dengan sumber terbesar dari penerimaan perpajakan sebesar Mata Uang Rupiah 2.309,9 triliun dan juga Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Simbol Rupiah 492 triliun. 

Artikel ini disadur dari Kementerian Keuangan Cairkan Rp 1.398,1 Triliun di Semester I untuk Infrastuktur, Kartu Sembako, hingga Subsidi KUR

Back to top button