Oposisi atau Koalisi di tempat Pemerintahan Prabowo-Gibran, PDIP Tunggu Keputusan Megawati

JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP , Hasto Kristiyanto menyatakan pihaknya belum menentukan sikap apakah akan bergabung atau menjadi oposisi pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming untuk lima tahun ke depan. Hasto menegaskan sampai ketika ini partai berlambang banteng itu masih mengantisipasi tindakan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Ya sikap PDIP itu jalan kerakyatan. Kita lihat bagaimana national call memanggil kami serta itu akan diputuskan di Ibu Megawati Soekarnoputri, termasuk di area pada Kongres yang mana akan datang,” ujar Hasto untuk wartawan di tempat Ibukota Pusat, Mingguan (18/8/2024).

Saat ini, kata Hasto, PDIP masih fokus di menggerakkan moral kemudian kebenaran tanpa takut akan intimidasi. Terlebih pada waktu ini Indonesia berada dalam merayakan HUT ke-79.

“Tugas kita sekarang adalah menggerakkan kekuatan moral, keluaran kebenaran. Tugas kita menggalakkan dengan bulan Agustus ini bukan ada orang yang tersebut takut intimidasi juga mari kita tempatkan kekuasaan pada wataknya untuk rakyat, tidak keluarga,” jelasnya.

Hasto menegaskan PDIP akan mengikuti langkah Ir Soekarno di memerdekakan NKRI tempo dulu. Yakni dengan melawan penyalahgunaan kekuasaan dan juga demokrasi.

“Loh, Bung Karno semata berjuang mendirikan republik ini dengan meninggalkan masuk penjara, beliau berani, beliau setiap saat dengan kepala tegak agar rakyat bisa jadi merdeka tanpa eksploitasi sehingga berbagai pejuang bangsa, insiden 10 November 1945, kemudian resolusi jihad 22 Oktober 1945,” katanya.

“Buat apa merek berjuang mengorbankan diri kalau akhirnya kekuasaan disalahgunakan serta konstitusi dimanipulasi? Kalau demokrasi dibelokkan? Kalau anggaran negara digunakan untuk urusan politik elektoral? Ini adalah yang tersebut ingin dikoreksi oleh PDIP kemudian bulan Agustus ini akan menggelorakan semangat perjuangan itu,” pungkasnya.

Back to top button