Jalan Diego Pacheco vs Canelo, Eddie Hearn: Mirip Edgar Berlanga

Promotor Eddie Hearn menegaskan siap atau tidak, Diego Pacheco akan menjadi penantang wajib WBO bagi Saul Canelo Alvarez di dalam masa mendatang. Eddie Hearn yakin bahwa Diego Pacheco belaka tinggal sedikit lagi menuju pertarungan yang menentukan..

Namun, Diego Pacheco harus menang pada pertarungan dalam Dignity Health Sports Park, Carson, di malam hari ini. Sebagai penantang kelas menengah super, Pacheco memiliki rekor 21-0 (17 KO) juga akan menghadapi petinju veteran Maciej Sulecki pemilik rekor ring 32-2 (12 KO).

”Kenyataannya adalah, WBO akan memanggilnya sebagai wajib melawan Canelo di enam hingga 12 bulan ke depan, ia telah menjadi nomor satu. Dan ketika kesempatan itu datang, kita harus mengambilnya sebab itu seperti tiket lotre. Jadi, Anda belaka perlu mencoba dan juga melakukan konfirmasi bahwa ia siap,”ungkap Eddie Hearn.

Hearn berpendapat bahwa kemenangan yang menentukan bagi petinju peringkat satu WBO, Pacheco, berhadapan dengan petinju jika Polandia berusia 35 tahun itu akan membawanya ke puncak pertarungan yang digunakan berpotensi mengubah hidup. ”Terkadang ketika Anda menghadapi orang anak berusia 17 tahun, Anda akan lupa bahwa itu terjadi enam tahun yang digunakan lalu,” kata Eddie Hearn.

”Saya meninjau ia lalu berpikir apakah beliau siap? Saya pikir ada beberapa fase … jelas Sulecki, pertarungan yang tersebut bagus, jikalau Pacheco seperti yang digunakan kita pikirkan, beliau harus menang kemudian menang dengan baik. Jika beliau menghancurkannya, maka langkah selanjutnya bagi saya adalah Mibilli, Munguia, Bazinyan, orang-orang itu,”jelasnya.

Hearn menyamakan kesempatan Pacheco seperti kesempatan emas yang dimaksud diperoleh Edgar Berlanga mampu menghadapi Canelo. ”Ini sedikit mirip dengan laga Berlanga,” tambah Hearn, merujuk pada pertarungan Edgar Berlanga melawan Canelo Alvarez pada 14 September.

“Mungkin Anda kurang satu pertarungan dengan Berlanga dengan nama-nama yang mirip seperti yang digunakan baru belaka saya sebutkan sebelum Anda menghadapi Canelo. Namun pada pada waktu yang tersebut sama, ketika Anda mendapatkannya, Anda harus menerimanya. Bagi saya, ini adalah pertarungan terakhir bagi Pacheco dari apa yang mana sebagian orang berpendapat sebagai pertarungan 50-50. Dan kemudian, jikalau ia berhasil menyeberangi itu, ia tak punya pilihan lain selain melawan Canelo. Kami harus menerimanya, September mendatang, setahun dari sekarang. Saya tak tahu apa lagi yang harus dilakukan,”Hearn memaparkan.

Hearn juga merasakan hal yang dimaksud sejenis dengan Clarke, yang dimaksud miliki rekor 9-0 (7 KO) di tempat kelas penjelajah, yang mana miliki peringkat yang tersebut mirip dari keempat badan penilai. Atlet Inggris berusia 33 tahun ini sudah pernah menghentikan Ellis Zorro serta Tommy McCarthy tahun ini, juga akan bertemu dengan petarung dengan rekor 12-2 (12 KO) Efetobor Apochi – “The Nigerian Pit Bull” pada kartu yang sama.

”Sejujurnya, ini adalah pertarungan yang tersebut sangat sulit,” tambah Hearn. “Sangat sulit. Pria ini sudah pernah mengalami dua kekalahan. Lihatlah laga-laga itu, dia adalah tindakan terbelah, ia bukan pernah kalah, ia belaka kalah di dalam laga tandang. Ia mengalahkan [Jai] Opetaia di tempat Commonwealth Games, ia adalah pria yang mana serius. Namun, bagi Chev, apabila ia dapat mengalahkan Billam-Smith atau Riakporhe atau Isaac Chamberlain, yang mana nampaknya tidak ada akan terjadi, ia adalah pria yang tersebut berbeda,”lanjutnya.

”Jika ia menang besok lalu meraih satu kemenangan lagi, saya tak tahu apa lagi yang harus dilakukannya selain bertarung demi peringkat juara dunia atau apabila kami tak dapat meraih salah satu laga besar di area pada negeri, maka ini akan menjadi laga yang digunakan sangat baik untuknya. Sepuluh ronde. Pertarungan yang mana sulit. Debut Amerika. Dan saya kira apabila ia dapat melaluinya dengan baik, ia mungkin saja semata-mata tinggal satu laga lagi untuk berkompetisi merebut gelar kejuaraan juara dunia.”

Back to top button