10 Kejayaan Terbaik Saul Canelo Alvarez di dalam Sepanjang Kariernya
Saul Canelo Alvarez berisiko merusak salah satu warisan terbaiknya jikalau beliau tidaklah pernah bertarung melawan David Benavidez. Sejak usia 15 tahun, ia secara bertahap melawan musuh terberatnya, juga pada dua kekalahan yang dimaksud ia catat dari 65 pertarungan profesionalnya, sebagian disebabkan oleh dua pertarungan yang mana ia sepakati – melawan Floyd Mayweather juga Dmitry Bivol – yang mana tidak ada tepat.
Di antara 61 kemenangan tersebut, bagaimanapun juga, ada beberapa yang digunakan paling mengesankan pada era modern. Saul Canelo Alvarez berevolusi sejak kekalahan pertamanya, melawan Mayweather, serta selain menjadi petarung yang tersebut lebih tinggi beradab, ia juga bertanggung jawab menghadapi beberapa penghentian pertandingan yang tersebut eksplosif.
BoxingScene, optimistis bahwa akan tiba saatnya ia akan bertarung melawan Benavidez, dan juga menyadari bahwa hasil dari pertandingan yang digunakan sangat dinanti-nantikan ini akan sangat menentukan kariernya. Namun, pertarungan melawan Edgar Berlanga, hampir pasti tidaklah akan terjadi – seperti yang mana ditunjukkan oleh momen-momen terbaik Saul Canelo Alvarez…
Gennady Golovkin, 15 September 2018
Kemenangan hitungan mutlak yang mana diraihnya pada pertandingan ulang melawan Golovkin, rival terbesar SauL Canelo Alvarez, melalui dua kali kemenangan hitungan 115-113 lalu 114-114, tidak hanya sekali menjadi kemenangan terbaik Saul Canelo Alvarez, namun juga penampilan terbaiknya selama ini. Masih di area kelas menengah di tempat mana petinju Meksiko ini tampil paling meyakinkan, serta pada musim gugur 2018, Golovkin masih mendekati, apabila bukan berada di tempat puncaknya yang mana mengintimidasi.
Yang juga sejenis berpengaruhnya adalah Saul Canelo Alvarez belajar dari 12 ronde berkualitas tinggi yang tersebut sudah pernah merek jalani bersama, kemudian memanfaatkan pengalaman – baik atau buruk – dari setiap pertarungan yang dimaksud ia jalani sebelumnya untuk meraih kemenangan tipis yang tersebut pada akhirnya memang benar pantas ia dapatkan, terlepas dari kontroversi yang dimaksud menjadi warisan dari hasil imbang pada laga pertama mereka.
Caleb Plant, 6 November 2021
Saul Canelo Alvarez telah lama dikenal luas sebagai petarung terbaik dunia – sebenarnya, ia bukan pernah menjadi yang tersebut terbaik; Vasiliy Lomachenko, lalu Terence Crawford dan juga Oleksandr Usyk, layak mendapatkan status yang disebutkan selama tahun-tahun ketika Saul Canelo Alvarez berada di tempat puncak kejayaannya – ketika ia menjadi juara kelas menengah super tak terbantahkan melalui kemenangan menghadapi Plant yang tersebut pada waktu itu tak terkalahkan.
Kemenangan melawan Callum Smith setahun sebelumnya telah dilakukan memberi Canelo Alvarez kemenangan berhadapan dengan ancaman terbesarnya di area kelas 168 kilogram; Plant menggantikan Smith sebagai lawan yang dimaksud paling penting, dan juga Alvarez melanjutkan untuk unggul dengan menghentikannya di tempat ronde ke-11.
Sergey Kovalev, 2 November 2019
Petinju Rusia, Kovalev, adalah petinju yang tersebut sedang mengalami penurunan, seperti yang digunakan baru-baru ini ditunjukkan oleh Anthony Yarde, pada waktu Canelo Alvarez naik ke kelas 79,3 kg untuk menantangnya demi peringkat WBA. Meskipun begitu, ia tetap saja merupakan petinju yang mana kompeten, cerdas, lalu miliki pukulan yang mana kuat, pada waktu malam itu Canelo Alvarez – yang ketika itu mengatur di dalam ketiga kartu penilaian – menghentikannya di tempat ronde ke-11.
Jika pada tahun 2019 Kovalev adalah petarung yang tambahan rentan, Canelo Alvarez pernah melakukan debut profesionalnya pada kelas 139 kilogram; bahwa ia kalah dari Dmitry Bivol dalam kelas light heavyweight pada tahun 2022 adalah demonstrasi tak belaka fakta bahwa kemenangan berhadapan dengan Kovalev mungkin saja menyebabkan Canelo Alvarez juga timnya terlalu percaya diri, tetapi juga sejauh mana kemenangan berhadapan dengan Kovalev tiga tahun sebelumnya tetap memperlihatkan menjadi pencapaian yang dimaksud patut dikagumi.