Ancaman Baru Ketenteraman Siber: Sebuah Pendekatan Teori Komunikasi Sibernetika Wiener

M Syafril Marib Setiawan Lebba
Mahasiswa Magister Pengetahuan Komunikasi FISIP UPN Veteran Jakarta

TAHUN 2024 dunia trading cryptocurrency nasional dibuat geger dengan insiden “hack” yang tersebut menimpa wadah trading cryptocurrency, Indodax.

Setelah kejadian tersebut, kelompok Indodax bekerjasama dengan cyber security forensik melakukan evaluasi untuk mengatur kemudian mengontrol sistem database lalu server-nya agar tetap saja stabil sehingga data pengguna perangkat lunak trading crypto yang disebutkan aman.

Berdasarkan hasil dari investigasi berhadapan dengan insiden ‘hack” yang dimaksud direkomendasikan perlu ada evaluasi terhadap sistem proof of reserve Indodax guna menjamin sistem sibernetika di platform digital digital trading crypto aman 100%.

Indodax sendiri pada waktu ini termasuk salah satu lembaga nasional yang mana berkecimpung dalam dunia trading cryptocurrency. Mengutip dari akun resmi Indodax total cadangan aset kripto Indodax sekitar Rp11,529 triliun.
Kenapa sistem keamanan Indodax sanggup mudah kena ‘hack”? Apa yang tersebut sanggup dibaca dari fenomena serangan cyber yang tersebut menimpa jaringan digital trading crypto seperti dialami Indodax? Berkaca dari insiden “hack” Indodax itu, isu keamanan cyber terkait wadah digital kembali relevan diperbincangkan urgensinya.

Pendekatan Teori Komunikasi Sibernetika

Bagaimana memaknai kejadian jebolnya keamanan siber Indodax itu? Pendekatan Teori Komunikasi Sibernetika Norbert Wiener dapat sedikit menjelaskan hal itu. Teori Sibernetika Wiener menyebutkan, suatu sistem termasuk di hal ini sistem keamanan siber pada dasarnya dimulai dari input kemudian diproses melalui mekanisme kemudian menciptakan output. Semua proses ini harus bekerjasama agar sistem yang dituju terkontrol lalu teratur.

Apa itu sistem ? Wiener mendefinisikan seperangkat komponen yang dimaksud saling bekerja sama, jikalau tak bekerja sejenis maka sistem tiada berjalan dan juga tiada mencapai tujuan.

Dalam pandangan Wiener, sistem sibernetika harus menjadi suatu kompomen yang tersebut saling berkaitan satu sejenis lain agar bisa saja mengontrol dan juga data dari input sampai output. Sibernetika kompleks juga harus memenuhi prinsip dasar untuk bisa saja menuju bersatu di suatu sistem.

Wiener mengatakan, ketika seseorang bekerja dan juga mengobservasi sistem maka orang yang disebutkan pada dasarnya akan mempengaruhi dan juga dipengaruhi oleh sistem. Sistem yang dimaksud di teori Wiener harus memenuhi beberapa jumlah standar yakni:

Back to top button