Cara aman cairkan ayam beku untuk hindari kontaminasi

Ibukota Indonesia – Pernahkah Anda terburu-buru ingin memasak ayam, tetapi lupa mengeluarkannya dari freezer? Banyak pemukim akhirnya memilih cara cepat, seperti merendam ayam di air panas atau membiarkannya ke suhu ruangan. Padahal, cara ini bisa saja meningkatkan risiko kontaminasi bakteri yang tersebut berbahaya bagi kesehatan.

Mencairkan ayam beku memang sebenarnya terlihat sepele, tetapi apabila dikerjakan sembarangan, mampu menimbulkan daging ayam terpapar bakteri seperti Salmonella atau E. coli.

Alih-alih mendapatkan hidangan yang mana lezat kemudian sehat, cara yang mana salah justru dapat menyebabkan gangguan jiwa pencernaan. Lalu, bagaimana cara mencairkan ayam beku dengan benar agar terus segar kemudian aman dikonsumsi? Berikut beberapa metode yang tersebut dapat Anda coba:

Cara aman mencairkan ayam beku

1. Cairkan di dalam pada kulkas

Cara paling aman untuk mencairkan ayam beku adalah dengan memindahkannya dari freezer ke rak bawah kulkas. Daging ayam akan mencair perlahan di suhu yang digunakan aman, sehingga risiko perkembangan bakteri dapat diminimalkan.

Ayam potong seperti dada atau paha biasanya memerlukan waktu sekitar satu hari untuk mencair sepenuhnya.

2. Rendam di air dingin

Jika Anda butuh cara yang mana lebih banyak cepat, mencairkan ayam dengan air dingin dapat berubah menjadi solusi. Caranya adalah dengan merendam ayam yang mana masih pada kemasannya ke pada wadah berisi air dingin.

  • Gantilah air setiap 30 menit agar permanen dingin serta menjaga dari suhu ayam naik ke zona berbahaya.
  • Daging ayam potong sanggup mencair pada waktu sekitar satu hingga dua jam.
  • Ayam utuh biasanya membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam.

Pastikan kemasan ayam tiada bocor. Jika ada kebocoran, masukkan ayam ke di kantong plastik yang dimaksud kedap air sebelum direndam. Setelah ayam mencair, segera masak kemudian jangan membekukannya kembali.

3. Gunakan air hangat dengan batasan

Jika sangat terburu-buru, beberapa khalayak memilih mencairkan ayam dengan merendamnya pada air hangat sekitar 38 hingga 40 derajat Celsius. Metode ini hanya saja sanggup digunakan untuk ayam dengan ketebalan kurang dari dua setengah sentimeter, seperti fillet dada atau paha.

Namun, ada risiko besar jikalau ayam dibiarkan terlalu lama dalam suhu ini, dikarenakan bakteri dapat mengalami perkembangan lebih tinggi cepat. Oleh sebab itu, ayam yang dimaksud dicairkan dengan metode ini harus secara langsung dimasak setelahnya.

Metode yang harus dihindari

1. Jangan mencairkan ayam di dalam suhu ruangan

Banyak pemukim membiarkan ayam mencair dalam meja dapur, tetapi ini adalah kebiasaan yang mana berbahaya. Suhu ruangan berada di zona risiko perkembangan bakteri, yang tersebut dapat menyebabkan ayam terkontaminasi sebelum dimasak. Makanan mentah yang digunakan dibiarkan lebih lanjut dari dua jam di suhu ruangan tidak ada lagi aman dikonsumsi.

2. Hindari mencairkan ayam dalam microwave

Meskipun beberapa microwave miliki fungsi defrost, cara ini dapat mencairkan ayam secara tiada merata. Bagian luar ayam bisa saja mulai matang sementara bagian dalamnya masih beku, yang dimaksud meningkatkan risiko bakteri berkembang.

Jika kekal ingin menggunakan microwave, ayam harus segera dimasak setelahnya. Jangan menyimpannya kembali ke kulkas atau membekukannya ulang.

3. Jangan secara langsung memasak ayam di keadaan beku

Memasak ayam yang digunakan masih beku akan menyebabkan bagian luar cepat matang sementara bagian dalamnya terus dingin atau bahkan masih mentah. Selain itu, langkah-langkah memasak akan memakan waktu lebih tinggi lama dan juga sanggup memunculkan tekstur yang digunakan kurang enak.

Artikel ini disadur dari Cara aman cairkan ayam beku untuk hindari kontaminasi

Back to top button