Kopdes diprediksi hasilkan Rp2.000 triliun pada dua tahun
Ibukota – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono mengemukakan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) diproyeksikan bisa saja balik modal hingga empat kali lipat atau sebesar Rp2.000 triliun pada dua tahun.
Ferry menyampaikan otoritas memberikan anggaran Kopdes sebesar Rp400 triliun, untuk 80 ribu koperasi, di mana tiap-tiap memperoleh Rp5 miliar.
"Dimodali awal segitu, itu sanggup me-leverage kalau sanggup sampai 4 kalinya. Jadi kalau Rp400 triliun ini, dimodalin Koperasi Desa-nya, kemudian dapat me-leverage, tentu harapannya setahun, dua tahun dari Rp400 triliun modal yang mana dikucurkan untuk Koperasi Desa ini, bisa-bisa jadi Rp2.000 triliun," ujar Ferry dalam Jakarta, Senin.
Wamenkop menjelaskan, kucuran dana yang dimaksud diberikan oleh otoritas akan digunakan untuk memfasilitasi berubah-ubah kegiatan, salah satunya adalah pengadaan gudang.
Gudang-gudang yang disebutkan nantinya beraksi sebagai offtaker untuk hasil-hasil produk-produk pertanian secara umum dari desa tersebut.
Selain itu, Koperasi Desa juga akan mendapatkan penghasilan dari toko serta gerai seperti apotik, klinik desa, penyediaan logistik, simpan pinjam dan juga sebagainya.
"Harapannya, 1-2 tahun lah dari Rp400 triliun yang dikucurkan itu, bisa jadi di-leverage berubah menjadi Rp2.000 triliun," katanya.
Namun demikian, Ferry memaparkan pendapatan yang dimaksud tentunya akan didapat secara bertahap. Menurutnya, ketika ini Koperasi Desa masih pada tahap pengembangan.
Lebih lanjut, kata Ferry, dibutuhkan pelatihan khusus atau managerial koperasi untuk menguatkan sistem.
"Insya Allah bisa, ya ini kan wajib proses jadi ya tentu kita harus sabar, menata, kemudian hasilnya pun juga mungkin saja tahun dua tahun yang akan datang," imbuh Ferry.
Sebelumnya, Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi meyakini bahwa Koperasi Desa Merah Putih memiliki prospek perputaran uang hingga mencapai Rp2.000 triliun, yang digunakan diyakini dapat menguatkan ekonomi lokal dan juga pemberdayaan warga desa.
Dalam acara "Ramadhan Delight Market" di dalam Jakarta, Rabu (19/3), Menkop menjelaskan bahwa pihaknya telah dilakukan melakukan penghitungan terkait peluang perputaran uang dari pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang digunakan diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto.
Menkop menjelaskan, apabila setiap koperasi desa mendapat anggaran sebesar Rp7 miliar, tak lama kemudian pada saat dihitung secara keseluruhan untuk 70 ribu desa, maka perputaran uang ke seluruh Indonesi sanggup mencapai Rp490 triliun.
Angka perputaran uang itu baru mencakup sektor konsumsi, kemudian jikalau desa yang disebutkan berpindah dalam sektor produksi, peluang perputaran uang dapat meningkat 2 hingga 3 kali lipat, mencapai Rp1.500 triliun bahkan Rp2.000 triliun.
Artikel ini disadur dari Kopdes diprediksi hasilkan Rp2.000 triliun dalam dua tahun