Mensesneg: Sekolah Rakyat diprioritaskan pada kantong-kantong kemiskinan
Ibukota Indonesia – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan, Sekolah Rakyat diprioritaskan pada kantong-kantong garis kemiskinan pada rangka untuk memutus rantai kemiskinan.
"Sebagaimana yang mana telah disampaikan Menteri Sosial (Mensos) bahwa titik-titik kita prioritaskan di dalam kantong-kantong dimana saudara-saudara kita masih sejumlah berada dalam garis-garis kemiskinan," ujar Prasetyo Hadi dalam Jakarta, Senin.
Untuk tahun ini Sekolah Rakyat direncanakan kurang lebih lanjut pada 200 sekolah, ke mana untuk 53 sekolah pada sikap telah siap sehingga belaka membutuhkan perbaikan kemudian optimalisasi sedangkan sisanya sebanyak 147 lainnya harus merancang baru.
"Jadi kita mencoba targetnya untuk tahun ini akan memulai sejumlah 200 sekolah, tetapi yang 53 sekolah pada tempat sudah ada siap untuk tahun ini lalu belaka membutuhkan perbaikan, renovasi, optimalisasi, tetapi sisanya 147 lainnya kita harus merancang dari baru," katanya.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi hadir di reuni dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf serta Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo ke Kementerian PU, Jakarta, pada Awal Minggu (14/4) yang dimaksud juga dihadiri oleh perusahaan-perusahaan BUMN Karya.
Menurut dia, semua melaporkan bahwa persiapan untuk dibukanya Sekolah Rakyat pada bulan Juni yang tersebut diharapkan akan sanggup terealisasi, setidaknya ada kurang lebih lanjut 53 sekolah.
"Jadi hari ini kami berkoordinasi dengan teman-teman di BUMN yang dimaksud nanti akan bertugas untuk melakukan perbaikan-perbaikan, renovasi-renovasi dari tempat-tempat yang mana telah tersedia aset-aset yang digunakan kita miliki, baik dimiliki oleh kementerian, lembaga, pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten," katanya.
Ada juga beberapa sekolah yang akan dibangun baru berdasarkan usulan-usulan dari Wilayah yang dimaksud menyediakan lokasinya.
Terkait anggaran Sekolah Rakyat sedang dihitung semua, tetapi dikarenakan ini sudah ada berubah jadi tindakan dari pemerintah maka diharapkan anggarannya tidak ada ada masalah. Hal ini merupakan ikhtiar pemerintah untuk membantu masyarakat yang tersebut berada pada bawah garis kemiskinan.
"Kita ingin menyediakan prasarana lembaga pendidikan yang dimaksud sanggup diakses yang dimaksud kita berharap dengan adanya prasarana institusi belajar ini dapat memutus rantai kemiskinan," ujar Prasetyo Hadi.
Artikel ini disadur dari Mensesneg: Sekolah Rakyat diprioritaskan di kantong-kantong kemiskinan