Sekjen PBB: Paus Fransiskus mewariskan iman juga kasih sayang
Perserikatan Bangsa-Bangsa – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan dukacita menghadapi wafatnya Paus Fransiskus, yang mana telah dilakukan meninggalkan warisan iman serta kasih sayang bagi semua orang.
"Saya bergabung berkabung berhadapan dengan wafatnya Paus Fransiskus, individu pembawa harapan, kerendahan hati, kemudian kemanusiaan,” kata Guterres pada sebuah pernyataan, Awal Minggu (21/4).
“Paus Fransiskus adalah pengumuman untuk perdamaian, martabat manusia, lalu keadilan sosial. Ia meninggalkan warisan iman, pelayanan, kemudian kasih sayang bagi semua warga — teristimewa mereka yang digunakan terpinggirkan di hidup atau menghadapi kesulitan oleh kengerian konflik," ujarnya, menambahkan.
Guterres mengumumkan PBB telah lama terinspirasi oleh tujuan mulia Paus Fransiskus, yang tersebut juga sejalan dengan organisasi tersebut.
Ia turut menyampaikan belasungkawa untuk umat Katolik di seluruh dunia.
Takhta Suci mengumumkan bahwa Paus Fransiskus wafat ke kediamannya di dalam Casa Santa Marta, Vatikan, pada Hari Senin pagi waktu setempat.
Pemimpin tertinggi Gereja Katolik sekaligus Kepala Negara Vatikan itu berpulang di usia 88 tahun, setelahnya sempat dirawat di rumah sakit dikarenakan penyakit pernapasan yang dimaksud dideritanya.
Sumber: Sputnik-OANA
Artikel ini disadur dari Sekjen PBB: Paus Fransiskus mewariskan iman dan kasih sayang