Kemenpora Resmi Tutup Talenta Muda 2024, Deputi Isnanta Berharap Partisipan Jadi Teladan
Sebanyak 108 partisipan Rencana Talenta Muda 2024 dari 33 provinsi di dalam Indonesia diharapkan mampu menjadi role model kepemimpinan di dalam area masing-masing. Inisiatif ini resmi ditutup oleh Deputi Sektor Penguraian Pemuda Kementerian Pemuda kemudian Olahraga ( Kemenpora ) RI, Raden Isnanta, di tempat Ballroom Hotel Millenium, Akhir Pekan (15/9/2023) malam.
“Setelah kembali ke daerah, kontestan Talenta Muda harus bisa jadi menjadi teladan. Pendampingan kepemimpinan yang digunakan diberikan selama pelatihan perlu disebarkan ke pemuda lain,” ujar Deputi Isnanta.
Ia berharap para partisipan kegiatan ini dapat menjadi pemimpin masa depan yang mana andal, akibat telah lama dibekali dengan berbagai pengetahuan kepemimpinan lalu nilai-nilai kebangsaan.
“Pemimpin yang dimaksud hebat harus menguasai berbagai sektor pembangunan, termasuk mengenal peluang daerahnya juga kekayaan budayanya. Hal ini akan memudahkan merek di merancang wilayah masing-masing,” tambahnya.
Isnanta juga menyoroti konten media sosial yang tersebut dibuat partisipan selama pelatihan, khususnya di dalam jaringan Instagram, yang dimaksud dianggap mendidik juga informatif. Ia berharap upaya ini terus dilanjutkan untuk mengedukasi masyarakat.
“Konten yang dimaksud bagus dan juga informatif. Teruskan upaya ini sebagai jembatan komunikasi dan juga edukasi di dalam antara peserta,” kata Isnanta.
Deputi Kepemimpinan Pemuda Kemenpora, Andi Susanto, menyampaikan kebanggaannya terhadap para partisipan Talenta Muda 2024. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keberagaman juga terus berkolaborasi di merancang jejaring sosial.
“Program ini mengajarkan keberagaman yang mana perlu kita jaga bersama. Hal ini merupakan modal penting bagi pemimpin muda di tempat masa depan yang dimaksud akan mengisi kemajuan bangsa,” ujar Andi.
Andi menjelaskan bahwa kegiatan Talenta Muda berlangsung selama dua minggu dengan tujuan mengembangkan kapasitas dan juga prospek kepemimpinan peserta. Ada lima aspek utama yang mana dipelajari, yakni kepemimpinan diri, nilai-nilai kebangsaan, perubahan digital, manajemen strategis, dan juga aktualisasi kepemimpinan.
Selama seminggu pertama, partisipan mendapatkan pembekalan nilai-nilai kebangsaan dari Lemhannas, disertai oleh pelatihan karakter dan juga integritas dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka juga mendapatkan pengetahuan tentang konstitusi lalu kebangsaan dari Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).