Eks Tahanan KPK Setor Bulanan Sampai Rp145 Juta selama dalam Rutan KPK
JAKARTA – Mantan tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) , Dono Purwoko mengaku menyetor sebesar Rp145 jt selama mendekam di tempat Rutan KPK . Hal itu terjadi pada waktu menjadi Terpidana di persoalan hukum proyek pengerjaan gedung kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di dalam Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut),
Hal itu ia komunikasikan ketika menjadi saksi pada persoalan hukum persoalan hukum dugaan pungutan liar (pungli) pada Rumah Tahanan (Rutan) KPK. Awalnya, Dono mengungkapkan besaran pembayaran yang ia keluarkan untuk ‘setoran bulanan’ pada waktu dirinya masih mendekam pada balik jeruji besi.
“Berapa bayarnya disampaikan?” tanya Jaksa dalam ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, Hari Senin (2/9/2024).
“Dimintanya adalah 20, 20, 20, 20, 20, 20, 15, 15, 15, 15, 10, berikutnya kemudian 5,” jawab Dono.
“Maksudnya 20, 20, 20, 15, 15 itu maksudnya gimana?” tanya Jaksa lagi.
“Rp20 jt per bulan, kemudian berikutnya Rp20 juta, Rp20 juta, Rp20 juta, Rp20 juta, tiap bulan, Pak,” jawab Dono lagi.
Di ruang sidang, Dono menjelaskan empat bulan pertama dikenai Rp20 juta. Setelahnya besaran setoran yang digunakan diminta akan turun hingga di area hitungan Rp5 juta.
Kemudian, Jaksa membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) milik Dono nomor 15. Di sana disebutkan, pembayaran yang dimaksud melalui tabungan berhadapan dengan nama istrinya, Novira Widayanti.
“Dengan pemindahan nomor 1 sampai 10, pertama Rp20 juta, kedua Rp20 juta, sampai ke Rp10 juta, Rp5 juta, Agustus 2022 dengan total Rp145 juta. Betul segitu?” tanya Jaksa.